Hi Bunda... Menjadi seorang ibu merupakan cita-cita dan dambaan bagi setiap wanita. Apalagi menjadi seorang ibu yang bisa selalu mendampingi anak-anak mereka di masa-masa awal tumbuh kembangnya. Alangkah bahagianya seorang ibu apabila bisa secara langsung membersamai dan mendidik anak-anak mereka. Akan tetapi permasalahannya, di zaman sekarang ini banyak wanita yang ingin memberdayakan dirinya dengan bekerja maupun dengan aktif berorganisasi. Ketika seorang wanita memiliki seorang anak, pada saat itu juga seorang wanita dihadapkan pada pilihan tetap bekerja atau resign dari pekerjaan untuk mengasuh secara penuh anaknya. Sebagian ibu memilih untuk tinggal di rumah dan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga secara full-time, sedangkan sebagian lainnya memilih untuk “membelah diri” dalam mengasuh anak sambil bekerja.
![]() |
| foto by. Pexels |
Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Seorang Ibu Bekerja
Bunda, ibu yang bekerja tetap dapat berkontribusi terhadap pendidikan anak-anaknya. Kelebihannya, ibu yang bekerja akan dapat memberikan inspirasi kepada anak-anaknya untuk menggapai impian dan cita-cita mereka nantinya. Ibu bekerja biasanya juga akan lebih menekankan sikap kemandirian dan tanggungjawab kepada anak-anaknya, sehingga diharapkan dapat menjadi bekal untuk kehidupan anaknya kelak di masa depan.
Selain itu, waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya menjadi lebih berkualitas dikarenakan seorang ibu yang bekerja ketika ada waktu luang ataupun libur akan memanfaatkan waktu yang ada untuk berinteraksi dengan anak-anaknya semaksimal mungkin. Kelebihan lainnya, penghasilan ibu bekerja juga dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga, sehingga anak bisa masuk ke sekolah yang lebih berkualitas atau bahkan dapat mengikuti berbagai kursus yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
![]() |
| Ilustrasi Ibu dan Anak. Foto by. Pexels |
Selain itu, stres dan depresi mungkin akan banyak dialami oleh ibu bekerja karena beban pekerjaan yang berat ataupun tekanan dari atasan, sehingga dikhawatirkan tidak dapat memberikan perhatian yang cukup kepada anak. Bisa-bisa stres pekerjaan malah diluapkan di rumah.
Satu hal lagi, ibu yang terlalu sibuk bekerja juga dapat menurunkan simpati anak padanya karena merasa kurang diperhatikan. Akibatnya, anak menjadi lebih manja ataupun mudah marah apabila berada di dekat ibunya. Dikarenakan kurangnya perhatian, anak akan cenderung mencari perhatian di tempat lain yang tidak ia dapatkan dari ibunya, misalnya bersama teman-temannya atau dengan pengasuhnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak bagi ibu bekerja
Ibu yang bekerja harus mempertimbangkan hal-hal ini saat mendidik anak:
- Saat ibu bekerja, pastikan anak diasuh oleh orang yang tepat. Sebelum memutuskan untuk kembali bekerja, Bunda harus mempertimbangkan dengan matang siapa yang akan membantu merawat dan mendidik anak di rumah. Apakah dengan bantuan orang tua atau mertua, pengasuh, atau menitipkan anak di tempat penitipan anak, dll. Pilih pengasuh anak atau day care yang sudah terbukti berkualitas jika Bunda memutuskan untuk melakukannya sehingga diharapkan anak menerima perhatian yang ia butuhkan.
- Pilih pekerjaan yang tepat. Jika Bunda ingin bekerja, lakukanlah. Artinya, hindari pekerjaan yang menyita waktu, seperti lembur terus-menerus. Jangan lupa bahwa Anda masih memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak Anda.
- Usahakan untuk meluangkan waktu setiap hari untuk berinteraksi dengan anak di rumah, terlepas dari seberapa sibuk Anda. Menghabiskan waktu berkualitas dengan anak setiap hari, seperti sore atau malam setelah makan malam. Tanyakan tentang aktivitasnya, pekerjaan rumahnya, atau cerita mereka.
- Jangan campurkan masalah di kantor dengan masalah di rumah. Ibu bekerja juga harus memperhatikan hal ini saat mendidik anak mereka. Setelah pulang dari kantor, tinggalkan urusan pekerjaan Bunda dan bersenang-senang di rumah bersama anak Bunda sambil mengajarnya.
- Berikan contoh yang baik. Menjadi contoh yang baik adalah komponen penting dalam mendidik anak. Bunda dapat mengajarkannya cara mengelola waktu, membantunya menjadi lebih mandiri, dan memberinya rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan dan keluarga.


