Mengenal Gempa Megathrust dan Alasan Menjadi Viral di Media Sosial (Fakta dan Opini)

Silky Rialety
0
Gambar Ilustrasi Gempa. (Pexels-Wilson Malone)

Akhir-akhir ini sempat viral di media sosial tentang gempa megathrust yang kabarnya akan membuat 'lumpuh' Jakarta. Pencarian artikel tentang gempa megathrust juga menjadi trending di jagad maya. Berita ini viral dikarenakan adanya video Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita yang menyebut Jakarta 'lumpuh' karena gempa megathrust. Menanggapi video tersebut, Dwikorita menegaskan bahwa video itu dipenggal oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga info yang beredar memiliki makna yang berbeda. 

"Itu adalah rekaman saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR-RI pada hari Kamis tanggal 14 Maret 2024 di Senayan Jakarta. Saya tengah memberi penjelasan kepada anggota dewan mengenai alasan perlunya pembangunan Gedung Operasional Peringatan Dini Tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System/InaTEWS) di Bali,"ungkap Dwikorita dalam detikNews, dikutip Kamis (21/3/2024). Dia menjelaskan, jika lumpuh yang dimaksudkan dirinya adalah terputusnya jaringan komunikasi yang disebabkan rusaknya berbagai infrastruktur komunikasi akibat gempa megathrust.

Kemudia dijelaskan bahwa untuk mengantisipasi hal tersebut, BMKG mengusulkan pembangunan gedung Operasional Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS) sebagai fungsi cadangan di Bali. Dalam skenario terburuk, gempa megathrust berkekuatan M 8,7 yang diperkirakan mampu melumpuhkan operasional InaTEWS BMKG di Jakarta karena terputusnya jaringan komunikasi. Diharapkan gedung di Bali dapat menjadi backup jika sewaktu-waktu InaTEWS di Jakarta benar-benar mengalami kelumpuhan.

Apa Itu Gempa Megathrust?

Gempa megathrust adalah gempa bumi yang terjadi di zona subduksi, dimana lempeng tektonik satu lempeng di bawah lempeng lainnya. Gempa megathrust terjadi ketika lempeng tektonik yang lebih padat dan berat turun ke bawah lempeng yang lebih ringan. Salah satu contoh zona subduksi yang terkenal adalah zona megathrust di Cincin Api Pasifik yang merupakan daerah dengan aktivitas gempa bumi yang tinggi.

Sebagai salah satu contoh, Jakarta berada di dekat zona subduksi dimana lempeng Indo-Australia menekan di bawah lempeng Eurasia, sehingga menciptakan potensi untuk gempa megathrust. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa Jakarta secara geografis lebih dekat dengan zona pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Indo-Australia, bukan zona megathrust secara langsung.

Potensi terjadinya gempa megathrust di Jakarta atau di sekitar wilayah Indonesia merupakan ancaman serius karena bisa mengakibatkan gempa bumi yang kuat bahkan tsunami. Gempa megathrust memiliki energi besar dan dapat menyebabkan kerusakan yang luas serta korban jiwa jika terjadi di wilayah yang padat penduduk seperti Jakarta. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat setempat untuk mempersiapkan diri dengan sistem peringatan dini, infrastruktur tahan gempa, serta perencanaan mitigasi bencana yang tepat.

Apakah Gempa Megathrust Bisa Dihindari?

Gempa megathrust tidak bisa dihindari karena merupakan bagian dari proses alami geologi yang terjadi di zona subduksi. Zona subduksi terjadi ketika lempeng tektonik satu lempeng di bawah lempeng lainnya yang menyebabkan tekanan dan gesekan yang akhirnya menyebabkan gempa bumi.

Sebagai contoh, di wilayah Jakarta dan sekitarnya, terdapat potensi terjadinya gempa megathrust karena daerah tersebut terletak dekat dengan zona subduksi dimana lempeng Indo-Australia menekan di bawah lempeng Eurasia. Hal tersebut meenciptakan potensi untuk gempa megathrust yang dapat memicu gempa bumi yang kuat dan bahkan tsunami.

Akan tetapi, meskipun gempa megathrust tidak bisa dihindari, upaya-upaya mitigasi dan persiapan bencana tentunya dapat dilakukan untuk mengurangi dampak yang akan ditimbulkan. Termasuk membangun infrastruktur tahan gempa, sistem peringatan dini, pelatihan evakuasi, perencanaan darurat, peningkatan kesadaran masyarakat tentang perilaku aman saat gempa bumi terjadi.

Dengan mempersiapkan diri secara baik, meskipun gempa megathrust itu sendiri tidaka dapat dihindari, dampaknya dapat dikelola dan diminimalkan untuk melindungi nyawa dan harta benda masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang rentan terhadap gempa bumi tersebut.

Apakah Perubahan Iklim Dapat Menyebabkan Terjadinya Gempa Megathrust?

Perubahan iklim tidak secara langsung menyebabkan terjadinya gempa megathrust di Jakarta atau di wilayah lain. Gempa megathrust terjadi sebagai akibat dari proses alami dalam dinamika lempeng tektonik di zona subduksi, dimana satu lempeng tektonik menekan di bawah lempeng lainnya. Faktor-faktor seperti gerakan lempeng tektonik, akumulasi tekanan, dan pelepasan energi strain yang terakumulasi dalam waktu panjanglah yang menyebabkan gempa megathrust.

Namun demikian, perubahan iklim dapat mempengaruhi lingkungan geologis di beberapa cara yang mungkin memiliki implikasi pada gempa bumi. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat mempengaruhi distribusi massa air di bumi, termasuk pencairan es di kutub dan peningkatan tingkat air laut. Hal ini dapat mempengaruhi tekanan di lempeng tektonik dan bahkan dapat mempengaruhi aktivitas gempa bumi dalam skala yang sangat besar, meskipun mekanisme pastinya masih menjadi subjek penelitian yang aktif dan perdebatan ilmiah. Selain itu, perubahan iklim juga dapat mempengaruhi pola hujan, pencairan gletser dan peningkatan aktivitas gunung berapi, yang semuanya memiliki potensi untuk mempengaruhi kerentanan terhadap gempa bumi di wilayah-wilayah tertentu.

Kapan Gempa Megathrust Akan terjadi?

Memprediksi kapan tepatnya gempa megathrust akan terjadi di suatu wilayah seperti Jakarta sangat sulit dilakukan dengan presisi tinggi. gempa megathrust adalah peristiwa geologi yang kompleks, dipicu oleh interaksi lempeng tektonik yang memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun urntuk terkumpul dan dilepaskan. Oleh karena itu, menentukan kapan gempa megathrust akan terjadi dengan tepat sangatlah sulit, bahkan bagi para ilmuwan.

Namun, ilmuwan geologi dapat melakukan penelitian dan analisis untuk menentukan pola sejarah gempa bumi di suatu wilayah serta memahami perilaku lempeng tektonik di zona subduksi. Dengan mengumpulkan data sejarah gempa bumi, mereka dapat membuat perkiraan tentang potensi gempa bumi di masa depan. Misalnya, di wilayah Jakarta dan sekitarnya, penelitian geologi menunjukkan bahwa ada potensi terjadinya gempa megathrust karena adanya zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Karena ketidakpastian ini, penting untuk terus meningkatkan pemahaman kita tentang sejarah gempa bumi dan zona subduksi, serta mempersiapkan diri secara baik untuk menghadapi gempa bumi dan bencana alam lainnya. Upaya-upaya mitigasi bencana, perencanaan darurat, infrastruktur yang tahan gempa, dan sistem peringatan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko dan kerusakan akibat gempa megathrust atau gempa bimi lainnya.

Apakah Gempa Megathrust Hanya Mengancam Jakarta?

Gempa megathrust di Indonesia tidak hanya mengancam Jakarta, tetapi juga wilayah lain di sepanjang busur kepulauan Indonesia. Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi. 

Beberapa daerah di Indonesia yang rentan terhadap gempa megathrust antara lain:

1. Sumatera

Bagian barat Sumatera adalah salah satu wilayah yang paling aktif secara seismik di Indonesia. Di sini terdapat Sesar Sumatera yang merupakan salah satu zona subduksi utama di dunia. Beberapa gempa megathrust besar telah terjadi di sepanjang Sesar Sumatera, termasuk Gempa Bumi Sumatera Barat tahun 1926 yang memicu tsunami dahsyat.

2. Jawa

Selain Jakarta, pulau Jawa secara keseluruhan memiliki risiko gempa megathrust yang signifikan. Terdapat zona subduksi di lepas pantai selatan Jawa yang mempengaruhi sebagian besar wilayah pesisir Jawa.

3. Nusa Tenggara

Wilayah-wilayah seperti Bali, Lombok dan pulau-pulau di sekitarnya juga rentan terhadap gempa megathrust. Zona subduksi di lepas pantai selatan Nusa Tenggara merupakan sumber potensial gempa bumi besar.

4. Maluku dan Papua

Bagian timur Indonesia juga rentan terhadap gempa megathrust. Terdapat zona subduksi yang mempengaruhi wilayah-wilayah ini, sehingga potensi gempa bumi besar tetap ada.

Penting untuk diingat bahwa gempa megathrust dapat mempengaruhi wilayah yang luas, tidak hanya kota besar  seperti Jakarta, tetapi juga daerah yang lebih terpencil. Oleh karena itu, penting untuk semua wilayah Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi gempa bumi besar, termasuk melalui perencanaan mitigasi bencana dan infrastruktur yang tahan gempa.

Alasan Mengapa Berita Gempa Megathrust Jakarta Menjadi Viral

1. Potensi Dampak Besar

Gempa megathrust memiliki potensi yang menyebabkan kerusakan yang luas dan serius, termasuk korban jiwa, kerugian properti, gangguan sosial dan ekonomi yang besar. Karena potensi dampaknya yang besar, orang-orang cenderung merespons dengan kekhawatiran dan keinginan untuk membagikan informasi kepada orang lain.

2. Keterlibatan Media Sosial

Media sosial memungkinkan berita dan informasi dengan cepat menyebar ke berbagai orang dan komunitas. Ketika berita tentang potensi gempa megathrust muncul, banyak orang merasa perlu untuk membagikannya kepada teman-teman dan keluarga mereka yang kemudian dapat menyebabkan berita tersebut menjadi viral.

3. Kekhawatiran Publik

Gempa bumi adalah bencana alam yang serius dan seringkali menimbulkan kekhawatiran yang besar di masyarakat. Ketika berita tentang potensi gempa megathrust muncul, banyak orang merasa perlu untuk memahami risiko yang terkait dan melakukan persiapan yang diperlukan sehingga berita tersebut menjadi topik yang sangat dibicarakan.

4. Kredibilitas Sumber Berita

Berita tentang gempa megathrust mungkin lebih cenderung menjadi viral jika berasal dari sumber yang kredibel, seperti lembaga penelitian atau otoritas bencana. Ketika sumber berita memiliki kredibilitas yang tinggi, orang-orang cenderung lebih mempercayai dan membagikan informasi tersebut.

5. Efek Sensasionalisme

Beberapa berita tentang potensi gempa megathrust mungkin cenderung disajikan dengan cara sensasional untuk menarik perhatian pembaca. Sensasionalisme dalam berita dapat meningkatkan kemungkinan berita tersebut viral karena menarik perhatian yang lebih besar dari pembaca.

Jadi, selalu kroscek kembali segala informasi atau berita yang ada pada sumber-sumber yang akurat dan kredibel yaa... Jangan sampai salah info yang nantinya menyebabkan salah komunikasi sehingga dapat merugikan diri kita sendiri dan orang lain dengan memberikan informasi yang salah. Budayakan membaca dan salam literasi! ^-^




Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)