Hai Bunda... Masih disibukkan dengan mengasuh si kecil seperti saya juga kah?? Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu terlimpah untuk bunda-bunda semuaa...
Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya membersamai dan mengasuh anak saya yang pada bulan depan genap berusia 3 tahun. Ya betul sekali Bunda... pada usia ini biasa disebut usia toddler. Membersamainya cukup menguras energi pastinya. Masa ini bisa dibilang sebagai masa penting, sensitif sekaligus kritis. Disebut periode kritis karena pengaruh dari lingkungan sangat diperlukan untuk pembentukan sinaps otaknya. Jika stimulasi tidak diberikan maka fungsi otak yang berperan dalam fungsi tersebut tidak dapat diperbaiki. Masa ini juga disebut sebagai periode sensitif karena stimulasi yang diberikan pada periode tumbuh kembang ini memberikan efek yang besar dan apabila terlewatkan maka akan membutuhkan usaha dan waktu yang lebih untuk dapat mempelajarinya. Tak heran jika pada masa ini anak menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dari perkembangan kognitif, bahasa, sosial emosional hingga perkembangan motoriknya. Tak heran pula jika segala tingkah polahnya seringkali membuat orangtua nya merasa kewalahan.
Perkembangan Anak Usia 2 Tahun
Memasuki usia 2 tahun, anak mulai berbicara, berjalan, memanjat, melompat, berlari dan menghabiskan energinya. Di usia ini pula, si kecil memiliki kosakata yang semakin berkembang dan selalu belajar kata baru setiap hari walaupun belum terlalu jelas dalam pengucapannya yang terkadang membuat kita susah mengartikannya. Si kecil juga sudah mulai mengenali bentuk dan membedakan warna. Mereka mulai belajar mewujudkan imajinasi di kepala mereka. Membicarakan imajinasi dengan anak sangat penting karena dapat membantu mereka memproses informasi. Dalam perkembangan sosialnya, si kecil masih bertindak egois karena anak belum dapat memahami perasaan orang lain. Sedangkan dari sisi emosional, si kecil masih sering trantrum di usia ini. Hal ini masih wajar ya Bunda karena anak masih belum mengetahui cara mengungkapkan perasaan atau emosi seperti marah, takut, malu dan bersalah.
Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
Menuju usia 3 tahun, si kecil kini mulai belajar banyak tentang bagaimana cara berbicara, bergaul, mengatur emosi, mengetahui benar dan salah atau bahaya dan aman, serta mengarang cerita. Si kecil mulai banyak bertanya tentang sesuatu hal yang mereka tidak mengerti, seperti mengapa langit berwarna biru atau bagaimana burung bisa terbang. Pada usia ini pula, seorang anak mulai mampu mengikuti perintah, mengingat bagian dari sebuah cerita dan memahami konsep berhitung. Hindari memberi perintah pada anak dengan nada tinggi ya Bunda... Sering memarahi anak apalagi dengan nada tinggi akan berdampak negatif pada perkembangan otak dan sosial emosionalnya. Selain perkembangan sosial emosional, kognitif dan bahasa yang pesat, keterampilan motorik kasar dan halus juga mengikuti. Seiring pertumbuhan, mereka belajar tentang tubuh mereka sendiri dan cara mengendalikannya, seperti berdiri dengan satu kaki, melangkah satu per satu menaiki tangga, melompat dan menggunakan gunting. Anak juga sudah bisa memakai baju dan celananya sendiri lho Bunda. Kekhawatiran bunda akan ke-tantruman-nya mulai bisa sedikit berkurang pada usia ini. Anak mungkin awalnya menangis ketika ditinggal di PAUD, tetapi perlahan mereka akan belajar beradaptasi dan berbaur dengan teman-teman sebaya.
Berikut Adalah 5 Tips Parenting Untuk Anak Toddler
1. Berikan perhatian penuh saat bersama anak. Bila anda berinteraksi dengan anak secara langsung, matikan ponsel atau perangkat elektronik lainnya untuk memberikan perhatian sepenuhnya pada mereka.
2. Tetap sabar dan tenang ketika menghadapi tantangan. Anak toddler sedang belajar dan bereksplorasi, jadi penting untuk tetap tenang dan memberikan arahan yang lembut.
3. Berikan batasan yang jelas. Anak-anak mebutuhkan aturan dan batasan yang konsisten untuk membantu mereka memahami apa yang diharapkan dari mereka.
4. Ajak anak untuk bermain dan belajar bersama. Bermain adalah cara terbaik bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang, jadi luangkan waktu untuk bermain bersama mereka.
5. Jangan lupa merayakan prestasi kecil anak. Pujian dan dorongan positif akan membantu membangun rasa percaya diri anak serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkembang.
Beberapa Aktivitas Untuk Stimulasi Perkembangan Anak Usia 2-3 Tahun
Aktivitas yang paling disukai anak usia toddler pastinya adalah bermain ya Bunda. Aktivitas tersebut mendorong si kecil untuk selalu bergerak aktif, mengeluarkan energinya dan membantu mengeksplorasi hal-hal yang ada di lingkungan sekitarnya. Beberapa permainan dapat menstimulasi perkembangan kognitifnya, motorik kasar dan halus, serta dapat membantu menyalurkan ide dan kreatifnya. Anak usia 2-3 tahun pada umumnya sudah dapat diajak bermain dambil menghasilkan karya. Karena kemampuan motorik halus dan daya imajinasinya sedang berkembang pesat, si kecil mampu berkreasi dalam menghasilkan sebuah karya.
Berikut beberapa ide aktivitas yang dapat membantu menstimulasi perkembangannya :
1. Menggambar dan mewarnai dengan krayon
![]() |
| Kegiatan Menggambar dan Mewarnai Dengan Krayon |
Anak usia 2-3 tahun umumnya sudah dapat memegang benda dengan erat dan mengendalikannya. Jadi inilah saatnya untuk mengajak anak menggambar atau mewarnai bersama menggunakan krayon. Lakukan aktivitas ini secara bertahap ya Bunda. Biarkan anak bebas menggambar sesuai dengan imajinasinya atau mewarnai sesuai kemampuannya. Selanjutnya Bunda bisa memberikan kertas bergambar pada si kecil untuk mewarnai sesuai dengan garis dan pola pada gambar tersebut. Kegiatan ini dapat memperkuat pergelangan tangannya yang akan mendukung kemampuan motorik halusnya.
2. Bernyanyi dan bermain dengan alat musik
Anak usia 2-3 tahun pada umumnya sudah dapat mengenali nada dan irama sebuah lagu. Terkadang si kecil sudah mulai menirukan bunyi atau nyanyian yang didengarnya. Jika anak menunjukkan minat terhadap musik, tidak ada salahnya untuk mengenalkan beberapa alat musik kepadanya. Si kecil dpat diajak untuk memukul-mukul drum dengan stik atau mencoba piano mainan.
3. Bermain Peran
Yuk, ajak si kecil untuk bermain peran Bunda! Aktivitas ini selain dapat mengasah kemampuan berbahasanya, juga dapat menyalurkan daya imajinasinya yang tentunya akan semakin mendukung kreativitasnya. Kuncinya luangkan waktu untuknya ya Bunda.
4. Bermain Sepeda
![]() |
| Bermain Sepeda Menguatkan Otot Kakinya |
Bersepeda adalah aktivitas olahraga yang melatih otot-otot besar di kaki. Ketika otot kaki dilatih, jantung si kecil akan berdetak lebih kencang sehingga dapat memperkuat otot-otot jantung dan melancarkan sirkulasi darahnya ke seluruh tubuh dan paru-parunya. Selain itu, bersepeda dapat melatih keseimbangan dan koordinasi
5. Bermain Puzzle dan APE (Alat Permainan Edukatif)
![]() |
| Bermain dengan Mainan Edukatif |
6. Mengajak Bermain ke Taman
![]() |
| Aktivitas Bermain di Taman |
Demikian tadi Bunda beberapa tips pengasuhan dan beberapa aktivitas yang bisa diterapkan buat si kecil yang sedang dalam mode aktif-aktifnya. Pada usia inilah, kita sebagai orangtua diharapkan dapat memberikan teladan yang baik dan stimulasi yang disesuaikan dengan perkembangannya. Luangkan waktu ya Bunda untuk si kecil kita! ☺





.jpeg)