![]() |
Tidak bisa dipungkiri ya Bunda bahwa mendidik anak zaman sekarang tentunya banyak sekali tantangan yang dihadapi. Terutama di era digital saat ini ketika hampir semua hal dilakukan secara online dengan teknologi digital. Apalagi perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat. Kemudahan dalam mendapatkan dan mengakses informasi menjadi hal positif yang diperoleh dari kemajuan teknologi informasi yang tentunya tidak terlepas dari dampak negatif yang ditimbulkan.
Salah satu produk teknologi informasi yang sangat digemari oleh masyarakat adalah gadget. Hanya dengan alat yang satu ini segala macam hal bisa dilakukan seperti mengirim dan bertukar pesan atau informasi, melakukan transaksi, jual beli online, bermain game dan fasilitas aplikasi yang lain seperti streaming video, podcast, browsing dan lain sebagainya. Tak pelak gadget menjadi produk yang sangat membantu dan memudahkan kehidupan masyarakat.
Penggunaan gadget telah merubah cara kita berinteraksi, belajar dan menjalani kehidupan kita sehari-hari. Di era digital, anak-anak tumbuh dengan kemudahan mengakses gadget seperti smartphone, tablet ataupun laptop yang sudah terintegrasi dengan kehidupan kita. Gadget dapat memberikan akses yang tak terbatas atas informasi, komunikasi dan layanan hiburan. Ibarat dua sisi mata uang, selain dampak positif tentunya tak terlepas dengan dampat negatif yang ditimbulkan.
Gadget dapat memberikan dampak positif bagi kreativitas dan kognitif anak. Dari aspek kognitif, gadget bisa menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan daya ingat dan kemampuan anak dalam memproses informasi baru. Akan tetapi, gadget dapat menimbulkan efek ketergantungan pada anak. Anak yang sudah ketergantungan dengan gadget akan mudah tantrum apabila terlepas dari gadgetnya. Selain itu, gadget dapat menghambat perkembangan bicara dan bahasa anak. Hal ini terjadi karena berkurangnya interaksi anak dengan lingkungan sekitar yang mendukung kemampuan berbicara dan berbahasanya. Intensitas interaksi anak yang tinggi di depan layar HP juga dapat mengganggu kesehatan matanya.
Untuk meminimalisir dampak negatif gadget pada anak, berikut adalah 10 strategi mendidik anak di era digital yang bisa diterapkan orangtua :
1. Libatkan Diri dalam Dunia Digital Anak
Orangtua secara aktif melibatkan diri dalam kehidupan digital anak. Ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka lakukan online, siapa teman-teman mereka di media sosial dan bagaimana mereka menggunakan teknologi. Selain itu, orangtua diharapkan dapat berpartisipasi dalam aktivitas digital bersama anak, seperti bermain game bersama, menonton video yang bermanfaat, atau bahkan membuat konten digital bersama-sama.
2. Beri Contoh yang Baik
Jadilah contoh yang baik dalam penggunaan teknologi. Anak-anak seringkali meniru perilaku orangtuanya sehingga pastikan kita sebagai orangtua dapat dengan bijak dan seimbang memebri contoh yang baik dalam penggunaan gadget.
3. Tetap Terbuka untuk Komunikasi
Buatlah lingkungan dimana anak-anak merasa nyaman berbicara tentang pengalaman dan masalah mereka di dunia digital. Pastikan mereka tahu bahwa mereka bisa datang kepada Ayah atau Bunda dengan pertanyaan atau kekhawatiran tentang penggunaan teknologi. Berikan pemahaman bahwa mereka dapat berbicara kepada kita tanpa takut dihakimi atau dihukum.
4. Ajarkan tentang Perilaku Online yang Etis
Ajarkan anak-anak tentang pentingnya berperilaku etis dan bertanggungjawab di dunia digital. Berbicaralah tentang pentingnya menghormati privasi orang lain, tidak menyebarkan konten yang merugikan dan cara berkomunikasi secara sopan di platform online.
5. Pengawasan dan Pembatasan Waktu Layar
Awasi aktivitas online anak-anak secara teratur. Pastikan kita tahu dengan siapa mereka berinteraksi dan apa yang mereka lakukan saat menggunakan teknologi. Tetapkan batasan yang jelas terkait waktu layar mencakup aturan tentang berapa lama anak diperbolehkan menggunakan perangkat elektronik setiap hari, serta jeda teknologi sebelum tidur. Bantu mereka mengatur jadwal hariannya antara menghabiskan waktu untuk kegiatan di luar ruangan, belajar dan berinteraksi secara langsung dengan keluarga dan teman-teman. Ayah atau Bunda dapat menerapkan sistem poin atau token yang memungkinkan anak memiliki waktu screen time tambahan dengan melakukan aktivitas tertentu di luar bermain gadget, seperti membaca buku, membersihkan rumah atau melakukan pekerjaan rumah tangga.
6. Dorong Kreativitas dan Pembelajaran
Gunakan teknologi sebagai alat untuk merangsang dan mendukung kreativitas dan pembelajarannya. Berikan mereka akses pada aplikasi dan situs web yang mendukung pengembangan keterampilan mereka dalam bidang seni, musik ataupun bahasa. Tidak ada salahnya memberikan mereka kesempatan untuk membuat konten digital mereka sendiri, seperti blog, video atau gambar, dan jangan lupa berikan feedback atau umpan balik positif tentang karya mereka ya Bunda.
7. Menggunakan Teknologi untuk Pembelajaran
Manfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran anak-anak termasuk menggunakan aplikasi edukatif, situs web pembelajaran, atau platform online untuk memperluas pengetahuan mereka di berbagai bidang.
8. Mengajarkan Literasi Digital
Berikan pendidikan tentang literasi digital kepada anak yang mencakup pengajaran tentang cara memverifikasi informasi online, mengelola identitas digital dan melindungi diri dari ancaman online seperti perundungan (cyberbullying) atau penipuan.
9. Mengajarkan Keamanan Online dan Mengatur Lingkungan Digital yang Aman
Berbicaralah kepada anak tentang pentingnya menjaga keamanan online. Ajari mereka untuk tidak membagikan informasi pribadi, mengidentifikasi tanda-tanda penipuan online dan mengelola kata sandi dengan aman. Pastikan juga perangkat yang digunakan oleh anak-anak dilengkapi dengan kontrol orangtua dan perangkat lunak keamanan yang sesuai. Atur filter konten untuk melindungi mereka dari materi yang tidak pantas atau berbahaya.
10. Buka Diskusi Tentang Dampak Negatif
Buka diskusi tentang dampak negatif dari penggunaan berlebihan terhadap teknologi terutama gadget, seperti kurangnya tidur yang cukup, gangguan konsentrasi atau kecanduan. Ajari anak mengelola waktu layar mereka dengan bijaksana dan memprioritaskan keseimbangan hidup yang sehat.
Itulah tadi Bunda beberapa strategi yang bisa diterapkan dalam mendidik anak di era digital saat ini. Peran dan komitmen kita sebagai orangtua menjadi faktor utama keberhasilan beberapa strategi tersebut dapat diterapkan pada anak. Libatkan anak-anak dalam pembuatan aturan dan batasan tentang penggunaan gadget. Ini akan membantu mereka merasa memiliki tanggungjawab atas keputusan tersebut dan lebih mungkin untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan bersama. Selain itu, kita sebagai orangtua juga diharapkan dapat selalu mengikuti segala bentuk kemajuan teknologi yang ada sehingga mampu mengikuti dan membersamai anak-anak kita dalam pengawasan penggunaan teknologinya. Jangan berhenti belajar dan meng-upgrade diri ya Bunda...

